Resume Niken Ardhia

 Nama : Niken Ardhia Pramesti Putri

Kelas : XII IPA 4

Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia saat itu terjadi tepat pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang, dimana naskah proklamasi itu dibacakan oleh Ir Soekarno dengan didampingi oleh Drs Mohammad Hatta.

Peristiwa yang bertempat di sebuah rumah hibah dari Faradj bin Said bin Awadh Martak yang berada di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Dengan perumusan teks proklamasi yang sudah dimulai sebelumnya.

Jatuhnya bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki dari Sekutu yang kala itu terjadi pada 6 Agustus dan 9 Agustus 1945,hingga membuat Kaisar Hirohito menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu di tanggal 15 Agustus 1945.

Berita yang beredar dengan cepat ini, terdengar oleh golongan muda dari siaran Radio BBC milik Inggris kemudian segera mendesak Soekarno dan Hatta untuk segera memanfaatkan situasi dengan menyatakan proklamasi. Namun, pernyataan ini di tolak oleh dwitunggal dengan alasan belum ada pernyataan resmi dari pihak Jepang.

Golongan tua pun ikut berpendapat, bahwa lebih baik menunggu sampai 24 Agustus, yakni pada tanggal yang ditetapkan Marsekal Terauchi untuk waktu kemerdekaan Indonesia, saat menerima Soekarno-Hatta-Radjiman di Dalat.

Kemudian pada tanggal 15 Agustus 1945, para pemuda dibawah pimpinan Sukarni, Chairul Saleh, Wikana telah bersepakat untuk tetap mengamankan dwitunggal bersama Ibu Fatmawati dan Guntur ke Rengasdengklok. Harapannya yakni agar mereka menuruti keinginan para pemuda.

Akan tetapi, sepanjang hari di tanggal 16 Agustus 1945 itu, tidak tercapai juga kesepakatan apapun hingga sorenya, Ahmad Soebardjo datang dan berusaha membujuk para pemuda untuk segera melepaskan dwitunggal. Akhirnya para pemuda pun bersedia dengan jaminan oleh Soebardjo bahwa proklamasi Indonesia akan terjadi keesokan harinya.

Tepat di tanggal 17 Agustus 1945 pukul 03.00 WIB, naskah proklamasi disusun oleh Soekarno, Hatta, beserta Soebardjo di ruang makan Maeda. Naskah sebanyak dua alinea namun penuh dengan pemikiran tersebut selesai dibuat 2 jam kemudian, lalu diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik.

Tanpa menunggu waktu yang lebih lama, Sayuti Melik didampingi BM Diah mengetik naskah proklamasi, kemudian naskah diserahkan kembali kepada Soekarno untuk segera ditandatangani. Sesuai janji, pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, di halaman rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, naskah proklamasi dibacakan dalam suasana yang penuh khidmat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Syifa Sefilla